-->

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Keluarga Minta Keadilan Agar Propam Usut Tuntas Atas Kematian Kaharuddin Diposko Resmob Polda Sulsel

On 7:24 AM


InspiratorRakyat.Com, MAKASSAR,   Adik Kandung korban ibu Ernawati warga jalan Perdamaian, Kelurahan Bara-baraya, Makassar menanti keadilan dari Propam Polda Sulsel atas meninggalnya kakak kandungnys, Kaharudin setelah di tangkap oleh pihak  kepolisian.

Segala upaya telah di lakukan termasuk mengumpulkan bukti-bukti kematian saudaranya pada (24 Juli 2019)


Dalam jumpa Pers nya 29 Juli 2020 iya mengatakan Kakak saya tewas dengan penuh luka di wajah, badan hingga kuku tangan dan kaki," kata wanita berhijab itu sembari memperlihatkan foto-foto jenazah kakaknya, saya merasa Capek dipimpong, dipersulit seperti ini. Waktu kasus saya ini disidik di Propam ditawarkan perdamaian, waktu digelar perkara malah saya diminta cari jalan baiknya," ucap nya sambil menangis.

Lanjut Mendengar kabar kalau kakak saya di Tangkap oleh Beberapa orang mengaku dari kepolisian saya kaget dan mencoba mencari tahu, jadi saya cari di beberapa titik, akhirnya saya disampaikan polisi, kakak saya ada di Posko Resmob Polda Sulsel," katanya.

Jadi saat itu saya langsung pergi ke posko Resmob Polda waktu Itu sekitar pukul 14.00 Wita. Saya tanya di situ, benar kakak saya ada, dan saat ini katanya  sementara dalam pengembangan penyidikan," tuturnya

Mendengar kabar tersebut dirinya merasa terharu dan merasa sedikit lega sehingga tak begitu khawatir. Dia pun kembali ke rumahnya. namun selang beberapa jam kami mendengar kabar kalau kakak saya meninggal dunia jadi saya merasa kaget dan heran pasalanya kakak saya ditangkap sekitar pukul 07.00 Wita dan saya dapat infonya meninggal sekitar pukul 15.00 Wita," terangnya sembari menunjukkan bukti telah melapor di Propam Polda, munculnya ke anehan saat kami himpun informasi dan ternyata kakak saya telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 10.00 Wita.

"Artinya waktu saya ditanya sama polisi bawah kakak saya sementara diperiksa, kondisi sebenarnya sudah tewas," ucapnya

informasi awal kami dapat kakak saya ditangkap polisi atas dugaan kasus narkoba dan pencurian dana nasabah bank, tapi Itu saya heran dan anggap kebohongan karena informasi saya  terima lagi Kakak saya ditangkap atas tuduhan kasus pencurian uang senilai Rp 10 juta di sadel motor terparkir yang mana benar dan kalau memang kakak saya melakukan kejahatan berilah hukuman sesuai perbuatanya yang sudah di atur KHUP bukan  harus di hilangkan nyawanya kasian. Ujarnya

Atas dasar kejanggalan peristiwa yang di tuduhkan sampai kematian kakak saya yang tak wajar  kami pun telah mendapatkan nama-nama oknum polisi yang terlibat dalam penangkapan itu dan melaporkannya ke Propam Polda Sulsel,Kami sangat berharap pada Bapak Kapolda agar anggotanya tetap mengedepankan profesional menangani laporan kami di propam polda dan di beri kejelasan dan jika terbukti oknum itu menyalahi kode etik atau ada pelanggaran HAM oknum tersebut harus mempertanggung jawabkan  atau sanski sesuai aturan institusi kepolosian atas kematian kakak saya yang tidak wajar.

Selain itu Saya juga berencana melaporkan persoalan ini ke Komnas HAM. agar transparansi dari pihak polisi atas kematian kakak saya yang saya yakini karena di duga  dianiaya terungkap  dan pelakunya bertanggung jawab, Ujarnya  (red**)

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »