-->

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Komandan Korem 143/HO Pimpin Upacara Penerimaan Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya dalam Rangka Memperingati Hari Infanteri Ke-71

On 1:06 AM




Kendari,Inspiratorrakyat.com - Kamis (19/12)  di Lapangan Sepak Bola Sorumba Kel. Ranomeeto Kec. Ranomeeto Kab. Konsel, Sulawesi Tenggara Komandan Korem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara Penerimaan Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya (SYWPJ) dalam rangka memperingati Hari Infanteri Ke-71 Tahun 2019 dengan tema "Bersama Rakyat Infanteri Kuat".


Upacara penerimaan peserta gerak jalan Peleton Pembawa SYWPJ yang telah menyelesaikan tugas dengan baik yang telah menempuh perjalanan sejauh 5 Km dan diiringi oleh peleton pendamping yang menempuh route dari titik Start Terminal Baruga, Kota Kendari menuju Lapangam Bola Sorumba Ranomeeto, Konawe Selatan.


Perlu diketahui rangkaian kegiatan penyerahan Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya meliputi Pembacaan Amanat Jenderal Soedirman, Pembacaan Ikrar Corps Infantri, dan penyerahan Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya berupa; Dua pucuk Senjata LE dengan sangkur terhunus, dua buah tabung masing-masing berisi Amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Ikrar Korps Infanteri, satu buah Bendera Infanteri, satu buah Bendera  Kodam XIV/Hsn, satu buah Tas Lambang Administrasi dan Staf Satuan Infanteri dalam keadaan utuh dan lengkap. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Naskah Serah Terima Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya.


Dalam kesempatan ini Danrem 143/HO yang membacakan amanat Pangdam XIV/Hasanuddin pelaksanaan Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol YWPJ yang kita laksanakan merupakan wujud penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang.


" Dan yang terpenting semoga nilai nilai kejuangan dalam kegiatan ini dapat ditranformasikan pada diri setiap prajurit, baik dalam tindak dan perilaku yang sesuai dengan cita - cita luhur yang diwarikan para pendahulu Korp Infanteri," tegas Pangdam XIV/Hsn.


Kita ketahui bersama, bahwa tanggal 19 Desember setiap tahunnya, menjadi momen terpenting dalam mengingat sepak terjang dan pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II yang menduduki Ibukota Indonesia di Yogyakarta disertai penangkapan Presiden dan Wapres RI Soekarno Hatta dan beberapa tokoh bangsa. Dalam peristiwa tersebut, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu Perintah Siasat No. 1/1948 tanggal 12 Juni 1948 untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta.


Sejak dikeluarkan perintah kilat tersebut, maka pertempuran meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan penjabaran dari strategi yang disusun dalam perintah Siasat No. 1/1948, dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi Wingate (Infiltrasi) dengan cara Long Mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya. Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi prajurit Infanteri.


Walaupun dengan keterbatasan perlengkapan dan persenjataan, tidak menyurutkan tekad serta semangat TNI bersama Rakyat Indonesia, sehingga pada akhirnya para pejuang berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dan merebut kembali Yogyakarta ke pangkuan Ibu Pertiwi.


Oleh karena itu, dilatarbelakangi peristiwa bersejarah itulah kemudian diabadikan dalam kegiatan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya yang sekaligus sebagai Hari Infanteri.


"Saya berharap agar seluruh prajurit dapat menghayati dan mengaktualisasikan nilai patriotisme, militansi, profesionalisme, sifat pantang menyerah serta kemanunggalan TNI dengan Rakyat sebagai sendi-sendi kekuatan Korps Infanteri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang," harap Pangdam XIV/Hsn


"Selain itu, saya juga berpesan, jangan pernah melupakan sejarah karena hal tersebut merupakan guru dan tonggak masa kini guna menapak masa depan," imbuh Mayjen TNI Surawahadi.


"Terimakasih dan penghargaan yang sebesar - besarnya kepada seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan sehingga dapat berjalan sesuai dengan yamg diharapkan, Dirgahayu Ke 71 Infanteri TNI AD " Yudha Wasthu Pramuka" Bersama Rakyat Infanteri Kuat," pungkas Pangdam XIV/Hsn.


Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bahan kontak berupa sembako kepada masyrakat, fotho bersama dan Molulo.


Turut hadir dalam rangkaian kegiatan ini,
1. Brigjend Pol Drs. Merdiysyam,M.Si (Kapolda Sultra)
2. Brigjend Pol Drs. Imron Korry (Ka BNNP Sultra)
3. Dr. La Ode Ahmad Pidani Balombo,AP.,M.Si (Pj. Sekda Sultra)
Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna (Danlanal Kendari).
4. Kolonel Pnb Nana Resmana (Danlanud HLO Kendari)
5. Kolonel Inf Alamsyah,M.Si (Dandim 1417/Kendari)
6. Letkol Inf Arif Susanto (Kasrem 143/HO)
7. Letkol Inf Fery Triandopo (Dandim 1416/Muna)
8. Letkol Inf Yuli (Kasi Rahlat Rindam XIV/Hsn)
9. Letkol Cpl Suwaji (Dandenpal XIV/3 Kendari)
10. Letkol Chb Moch. Anwar (Danden Hub Korem 143)
11. Letkol Ckm dr. M. Ermil Zulkarnain Suyuti,Sp.An.,M.Kes (Dandenkesyah Kendari)
12. Letkol Inf Henry Ginting (Danyonif 725/Wrg).
13. Mayor Cpm Erick Alamsyah Sinaga (Dandenpom XIV/3 Kendari)
14. Mayor Cba Hamonangan Simanjuntak (Danden Bekang Kendari)
15. Mayor Kal Andi Dalimonte (Kadis Log Lanud HLO)
16. Mayor Inf Ari Wirarto (Kasi Pers Rindam XIV/Hsn)
17. Mayor Caj Abd. Azis (Ka Ajenrem 143)
18. Idham SE.,M.Si (Kaur Umum Basarnas Sultra)
19. Para Kasi Korem 143/HO.
20. Pa, Ba, Ta, dan ASN  serta Ibu-Ibu Persit Jajaran Korem 143/HO.
21. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan ± 50 orang.

Sumber : Korem Kendari
Laporang : Umar Dany

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »