-->

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Warga Berang Maraknya Praktek Pungli & Meminta Kepada Bupati Copot PLT Lurah Bontorannu Jeneponto

On 8:10 PM


InspiratorRakyat.Com, Jeneponto - Ratusan massa dari  masyarakat kelurahan Bontorannu Kec. Bangkala  unjuk rasa dikantor Bupati Jeneponto (Kamis 5 September 2019). Massa tersebut didominasi Ibu-Ibu rumahtangga dan menuntut pelaksana tugas ( PLT ) Kelurahan Bontorannu Kec. Bangkala Muslimin Rowa Agar di copot dari jabatannya karena karena di duga melakukan praktek pungli kepada masyarakat serta sejumlah kepala lingkungan Bontorannu tidak dipungsikan dengan baik.

Aksi tersebut sempat masuk didepan pintu kantor bupati, sayangnya bupati tidak ada ditempat dan dia keluar daerah, wakil bupati dan sekda pun tidak ada ditempat, Alhamdulillah  peserta aksi diterimah  langsung Asisten II BuIdau, SP.M.Si dan Kabag. Hukum. Mustakbirin, SH.MH.

Atas nama jenderal lapangan Amerullah menyampaikan didepan Asisten II  dan kabag. Hukum bahwa meminta kepada pemerintah Jeneponto dalam hal ini Bupati Drs. H. Ikhsan Iskandar M.Si, agar segera mencopot PLT lurah Bontorannu Muslimin Rowa karena telah melakukan penyalahgunaan Jabatan di samping beliau kepala Kelurahan Bontorannu beliau juga menjabat selaku kepala lingkungan serta  maraknya akhir-akhir ini praktek pungli yang meresahkan masyarakat

Lanjut disampaikan pungutan liar tersebut bila mana ada masyarakat pesta, pengurusan surat Izin usaha dipungut biayah padahal lurah sebelumnya tidak memungut, jelas Amerullah.
.
Menurut Mustakbirin didepan peserta Aksi bahwa ada dua hal kalau saya simak masalah ini diantaranya dugaan pelanggaran pungli berarti pidana dan harus berurusan dengan pihak kepolisian atau kejaksaan ( Tiem Saber ) dan yang kedua pelanggaran dugaan administratif. Seharusnya saudara menyurat kepada kepala kelurahan dan kalau tidak diindahkan maka kita banding yaitu menyurat kepada pejabat yang berwenang mengangkat demikian. Hal ini dibantah kepada Arul bahwa beliau sudah menyurat sebelumnya bahkan sudah pernah didemo dan disegel kantor kelurahan tapi tidak diindahkan, jelas Amerullah.

Ibu rumah tangga ikut menyampaikan didepan Asisten II dan Kabag.Hukum bahwa beliau merasakan langsung tindakan pak lurah selama ini kalau ada orang pesta dan mengambil pakaian ( lamming ) harus setor kepada pak lurah sebanyak Rp. 150 ribu. ( Lap. Sahir Tulung ).

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »