Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Gempa Di Banteng & Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Adalah Rentetan Peristiwa Yang Menambah Daftar Panjang Bencana Ditahun 2019

Diposting oleh On 12:12 PM


InspiratorRakyat.Com, Banteng - Belum lama kejadian erupsi di gunung Tangkuban Parahu yang terjadi Subang-Jabar kini gempa berkekuatan 6,9 SR menimpa warga Magnitudo Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten SelumaPropinsi Banten, pukul 19:03:21 WIB. malam hari akibatnya warga panik dan berhamburan keluar meninggalkan kediamannya dengan memilih mengunsikan keluargamya karena takut terjadi korban jiwa dan gempa susulan.

Meskipun dari BMKG sudah menyatakan gempa tersebut sudah berakhir yang juga di sampaikan langsung oleh bupati pandeglang Irna Narulita melalui siarang langsung di TV Swasta namun dari warga masih memilih tinggal di pengungsian karena merasa trauma dimana hal yang manusiawi sebagai mahkluk yang lemah ketika di uji sebuah ketakutan yang secara naluriah merasa terancam karna musibah tersebut datangnya dari Sang Khalik yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.

Bencana demi bencana terus bergulir seolah-olah sudah menjadi pemandangan hal yang lumrah terjadi namun di sisi lain kita tidak pernah merasa menyesal dan mengambil hikmah atau pelajaran dari kejadian tersebut.

Menurut  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sepanjang 2019 telah terjadi 1.901 bencana dengan korban jiwa mencapai 349 orang.

"Dari bulan Januari hingga Mei 2019 ada 1.901 bencana yang menyebabkan sedikitnya 349 orang meninggal dunia," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (31/5).

Lilik menjelaskan dari data tersebut ada 24 orang hilang, 1.485 orang luka-luka, dan 1.239.439 jiwa mengungsi. Selama tahun 2019 juga ada 26.263 unit rumah rusak dan 856 fasilitas umum yang rusak.

"Dari semua bencana itu, 98 persen bencana terjadi karena hidrometeorologi adan 2 persen karena bencana geologi," jelas dia.

Adapun tiga kejadian bencana yang paling merugikan dan memakan korban ialah banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22 Januari 2019. Saat itu, 82 orang dinyatakan meninggal, 3 hilang dan 47 oran luka-luka.

"Bencana kedua ialah banjir dan longsor di kawasan Sentani pada tanggal 16 Maret 2019 dengan total orang meninggal sebanyak 112 orang meninggal, 7 hilang dan 965 luka-luka," jelas Lilik.

Terakhir banjir dan longsor di Bengkulu pada tanggal 27 April 2019 yang menyebabkan orang meninggal 24 orang, 4 orang hilang dan 4 orang lainnya luka-luka.

Lilik berharap angka ini menjadi pelajaran buat kita selalu antisipasi terhadap bencana yang terjadi. Indonesia merupakan daerah yang berpotensi paling besar terkena bencana, namun dampak dari bencana Indonesia berada pada level menengah. "Itu karena kita punya sistem pencegahan dan penanggulangan yang baik," tutup dia.(red**)

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »