Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

62 Orang Warga Binaan Rutan Jeneponto Dapat Remisi Di HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Diposting oleh On 8:11 AM


InspiratorRakyat.Com, Jeneponto - Dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 74, Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi kepada para warga binaan lapas maupun rutan di seluruh Indonesia (Sabtu, 17 Agustus 2019).

Bupati Jeneponto Drs. H. Ikhsan Iskandar M. Si, memberikan secara simbolis kepada warga Binaan yang telah memenuhi syarat Rutan Kelas IIB Jeneponto.

Kepala Rutan Kelas IIB Jeneponto Muhamad Kameily menyampaikan ke pada awak media usai acara tersebut bahwa 62 warga binaan di Rutan Jeneponto mendapatkan remisi diantaranya laki laki 58 orang dan perempuan 4 orang, ujar Muh. Kameily.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut
dirangkaikan dengan penanda tanganan kerja sama antara Rutan Jeneponto dan Kepolisian Resort Jeneponto, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, terkait rehabilitasi warga binaan yang tersangkut narkoba.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Laoly dalam amanatnya yang dibacakan oleh Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengatakan bahwa kemerdekaan merupakan tahapan tertinggi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan kemudian menjadi Indonesia yang berdaulat merdeka dimana perjuangan merupakan keridhoan dan berkat
Rahmat Allah.

“Kemerdekaan perlu disyukuri dimana menjadi milik kita pada umumnya dan narapidana pada khususnya”, ujar Yasona.

Oleh itu, kata Yasona pada setiap Peringatah HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, warga di pemasyarakatan diberikan berupa remisi atau pengurangan pidana, jelasnya.

Dikatakannya, pemberian remisi bukan hak namun merupakan apresiasi negara merubah perilaku hidup mandiri serta mengembangkan usaha perekonomian nasional. Agar para warga pemasyarakatan untuk patuh dan taat kepada hukum yang berlaku, tegas Menteri Hukum dan HAM RI.

Meskipun demikian, saat ini Rutan dan Lapas mendapat perhatian khusus bagi yang berkelebihan kapasitasnya lebih 100 persen, dimana Lapas belum mampu move on dan masih banyaknya pemberitaan negatif yakni adanya penyimpangan didalam rutan.

Oleh karena kata, Menteri Hukum dan HAM RI, revitalisasi harus dilakukan sesuai dengan tema sumber daya unggul indonesia maju, menjadi pilihan solusi harus menyentuh berbagai bidang sehingga mampu memberikan kontribusi untuk perekonomian, jelasnya. ( Lap. Tulung Jp ).

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »